Mengapa Harus Cut-Loss
Setiap trader, baik yang masih belajar forex maupun sudah master, pasti akan menjumpai kemungkinan harus melakukan Cut Loss saat kondisi pasar ternyata tidak sesuai dengan harapan. Apa itu Cut Loss? Bagaimana cara melakukan Cut Loss? Ulasan belajar forex ini akan mengungkap beberapa hal penting tentangnya.
Secara harfiah, Cut Loss artinya memangkas kerugian. Dari segi istilah, Cut Loss adalah suatu cara untuk mencegah agar kerugian tidak membengkak. Sedangkan konkritnya, Cut Loss dilakukan dengan menutup posisi trading baik buy maupun sell, dalam kondisi rugi, untuk mencegah agar kerugian yang mesti ditanggung tidak membesar.
Sebagai contoh, Anda melakukan buy pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1.1191 dengan harapan akan naik ke 1.1250. Namun, bukannya bergerak naik, harga malah melorot hingga 1.1100 dan dimungkinkan masih bisa turun terus. Dalam kondisi ini, akan lebih baik untuk Cut Loss, menanggung rugi sebesar 91 poin saja, daripada jika kemudian ternyata membesar hingga 100 poin atau lebih.
Bagi banyak trader profesional sukses, mengetahui bagaimana caranya Cut Loss dan mampu melakukannya di waktu yang tepat dianggap lebih penting daripada bagaimana caranya meraup profit sebesar-besarnya. Ini karena kondisi pasar mudah berubah dan ada banyak peluang trading yang bisa diambil dari perubahan-perubahan itu jika kita punya dana, tetapi membiarkan modal Anda terbenam dalam kondisi rugi berarti Anda tak bisa ikut mengambil peluang-peluang lain itu. Dengan demikian, Cut Loss pun termasuk salah satu skill yang harus dikuasai dalam tahap belajar forex. Jika Anda ingin lebih jelas mengetahui apa itu forex, silakan baca juga artikel berikut : Pengertian Apa Itu Forex Trading
Cara Melakukan Cut Loss
Cara melakukan Cut Loss dalam forex secara umum ada dua:
1. Cut Loss Manual, yaitu dengan menutup sendiri suatu transaksi yang sudah dibuka, karena kondisi rugi dianggap sudah berlarut-larut dan lebih baik ditutup.
2. Cut Loss menggunakan Stop Loss. Fitur Stop Loss tersedia di platform trading MT4 dan bisa dipasang bersamaan dengan saat membuka posisi trading. Jika Stop Loss sudah diterapkan di suatu level harga tertentu, maka transaksi akan secara otomatis langsung tertutup begitu mencapai level harga tersebut.
Selain kedua cara tersebut, di tahapan belajar forex selanjutnya Anda bisa menemukan beberapa cara lain, seperti menggunakan Trailing Stop yang merupakan variasi Cut Loss otomatis yang lebih canggih dibanding Stop Loss.
Pada prakteknya, kesulitan Cut Loss terutama ada pada penentuan di level harga berapa suatu posisi trading dianggap tak terselamatkan lagi dan lebih baik Cut Loss? Penentuan nilai Cut Loss bisa didasarkan pada berapa poin tertentu (misal: Cut Loss jika sudah rugi 50 poin, atau sejenisnya), atau bisa juga berdasarkan rumusan tertentu menggunakan tools analisa forex. Tak ada patokan baku untuk melakukannya, sehingga setiap trader pun bisa mengembangkan teknik Cut Loss sendiri-sendiri sejak saat masih belajar forex, kemudian menajamkannya ketika bertrading forex sungguhan.
Secara harfiah, Cut Loss artinya memangkas kerugian. Dari segi istilah, Cut Loss adalah suatu cara untuk mencegah agar kerugian tidak membengkak. Sedangkan konkritnya, Cut Loss dilakukan dengan menutup posisi trading baik buy maupun sell, dalam kondisi rugi, untuk mencegah agar kerugian yang mesti ditanggung tidak membesar.
Sebagai contoh, Anda melakukan buy pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1.1191 dengan harapan akan naik ke 1.1250. Namun, bukannya bergerak naik, harga malah melorot hingga 1.1100 dan dimungkinkan masih bisa turun terus. Dalam kondisi ini, akan lebih baik untuk Cut Loss, menanggung rugi sebesar 91 poin saja, daripada jika kemudian ternyata membesar hingga 100 poin atau lebih.
Bagi banyak trader profesional sukses, mengetahui bagaimana caranya Cut Loss dan mampu melakukannya di waktu yang tepat dianggap lebih penting daripada bagaimana caranya meraup profit sebesar-besarnya. Ini karena kondisi pasar mudah berubah dan ada banyak peluang trading yang bisa diambil dari perubahan-perubahan itu jika kita punya dana, tetapi membiarkan modal Anda terbenam dalam kondisi rugi berarti Anda tak bisa ikut mengambil peluang-peluang lain itu. Dengan demikian, Cut Loss pun termasuk salah satu skill yang harus dikuasai dalam tahap belajar forex. Jika Anda ingin lebih jelas mengetahui apa itu forex, silakan baca juga artikel berikut : Pengertian Apa Itu Forex Trading
Cara Melakukan Cut Loss
Cara melakukan Cut Loss dalam forex secara umum ada dua:
1. Cut Loss Manual, yaitu dengan menutup sendiri suatu transaksi yang sudah dibuka, karena kondisi rugi dianggap sudah berlarut-larut dan lebih baik ditutup.
2. Cut Loss menggunakan Stop Loss. Fitur Stop Loss tersedia di platform trading MT4 dan bisa dipasang bersamaan dengan saat membuka posisi trading. Jika Stop Loss sudah diterapkan di suatu level harga tertentu, maka transaksi akan secara otomatis langsung tertutup begitu mencapai level harga tersebut.
Selain kedua cara tersebut, di tahapan belajar forex selanjutnya Anda bisa menemukan beberapa cara lain, seperti menggunakan Trailing Stop yang merupakan variasi Cut Loss otomatis yang lebih canggih dibanding Stop Loss.
Pada prakteknya, kesulitan Cut Loss terutama ada pada penentuan di level harga berapa suatu posisi trading dianggap tak terselamatkan lagi dan lebih baik Cut Loss? Penentuan nilai Cut Loss bisa didasarkan pada berapa poin tertentu (misal: Cut Loss jika sudah rugi 50 poin, atau sejenisnya), atau bisa juga berdasarkan rumusan tertentu menggunakan tools analisa forex. Tak ada patokan baku untuk melakukannya, sehingga setiap trader pun bisa mengembangkan teknik Cut Loss sendiri-sendiri sejak saat masih belajar forex, kemudian menajamkannya ketika bertrading forex sungguhan.
4 Komentar 3701 Visitor- Facebook
- Twitter
- Google+